ALAM TROPIKA

Indonesian Dreamed Garden

5 Jenis Kolam dalam Budidaya Lele

5 Jenis Kolam dalam Budidaya Lele

Kolam ??

Kolam merupakan hal terpenting dalam budidaya lele, karena jika tidak ada kolam maka lele hidup dimana ?? Bagi sobat yang akan memulai budidaya lele, bisa riset dulu nih, kolam apa yang akan digunakan, tentunya harus disesuaikan dengan modal, lahan, dan kapasitas produksi. Kali ini kita akan bahas 5 jenis kolam dalam budidaya lele, dan ini lebih mengarah ke pembudidaya segmen pembesaran

Nah berikut 5 Jenis Kolam dalam budidaya lele

  1. Kolam Terpal

Kolam terpal merupakan jenis kolam yang paling diminati dari beberapa jenis kolam lele yang ada, karena paling murah dibandingkan dengan jenis kolam lainnya. Umumna, harga per meter persegi terpal digunakan berkisar Rp.8000 – Rp.15.000.

Adapun kelemahan kolam terpal, yaitu masa pakainya yang terbatas (sekitar 2-5 tahun) tergantung pada ketebalan dan kualitas terpal. Pada bagian permukaan air ke atas merupakan bagian terpal yang mudah rusak. Disebabkan, bagian tersebut yang terpapar langsung oleh panas dan hujan setiap harinya. Sementara itu, bagian terpal yang terendam air tampak lebih awet, karena terlindung oleh air kolam.

 

  1. Kolam Semen

Kolam semen atau sering juga disebut kolam tembok memiliki kelebihan yaitu, bersifat permanen dan lebih awet. Namun, pembuatan kolam semen memiliki kelemahan dari segi biaya yakni, lebih mahal. Sebagai gambaran, kisaran harga untuk kolam semen ukuran 3x5x1 meter berkisar Rp 2 juta (sudah termasuk bahan baku dan pengerjaannya)

Sebagai catatan, kolam semen lebih cocok dibangun pada lahan milik sendiri. Apabila lahan budidaya lele merupakan lahan sewa, sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu masa sewa lahannya. Jika masa sewa lahan elama 10 tahun, pembudidaya layak membuat kolam semen. Namun, hal ini pun memerlukan surat perjanjian dengan pemilik lahan untuk menegaskan bahwa lahan tersebut tidak dialih-sewakan atau digunakan oleh pemilik lahan hingga masa sewa berakhir.

 

  1. Kolam Tanah

Selain murah, jenis kolam tanah cukup mudah dan cepat dalam pengerjaannya. Namun, ada juga kelemahan dari kolam tanah ini, seperti berpotensi rembes, sehingga harus ada air yang tersedia terus menerus untuk mengganti air yang berkurang. Pergantian air yang terlalu sering bisa merubah suhu dan pH air kolam tersebut, sehingga berdampak buruk bagi kesehatan lele.

Kelemahan lain dari kolam tanah, yaitu rawan serangan predator, seperti linsang, berang-berang, dan biawak. Menurut pengalaman, serangan dari predator sering terjadi pada jenis kolam tanah.saat panen dilakukan, lahan kolam tanah menjadi masalah tersendiri. Saat pembudidaya berjalan akan terhambat, sebab kaki terbenam di lumpur dasar kolam. Begitu pula jarring seser yang dipakai menangkap lele manjadi berat, karena lumpur turut terjaring. Kemudian, lele yang berasal dari kolam tanah lebih berpotensi berbau lumpur dibandingkan dengan lele yang berasal dari hasil pemeliharaan di jenis kolam lain.

  1. Kolam Bundar

Jenis kola mini sangat cocok untuk budidaya lele di pekarangan rumah. Awalnya, kolam biundar ini digunakan untuk budidaya lele sistem bioflok. Seiring berjalannya waktu, penggunaan kolam bundar juga dipakai oleh pembudidata lele yang menggunakan sistem konvensional.

Umumnya, kolam bundar menggunakan konstruksi kolam berbahan besi wiremesh (rangkaian besi yang dibuat saling menyambung). Biasanya, jenis besi ini digunakan untuk pembangunan rumah untuk memperkuat dak beton. Wiremesh dibentuk sedemikian rupa hingga membentuk lingkaran. Selanjutnya di bagian dalamnya dipasang tarpaulin (terpal berbahan semi karet) yang dikenal lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan terpal biasa.

Pada bagian luar tarpaulin, beri lapisan galvalum atau talang karpet yang biasa digunakan sebagai talang rumah berbahan seng untuk melindungi tarpaulin. Kolam bundar memiliki kelebihan seperti praktis, rapi, serta bisa dilepas (portable) jika kolam harus pindah lokasi dan dirakit kembali.

  1. Kolam Fiberglass

Kolam fiberglass sudah cukup lama dimanfaatkan untuk media budidaya ikan tawar, termasuk lele. Kolam ini dibuat menggunakan bahan fiberglass, yaitu campuran berbgai bahan komposit yang beraksi satu sama lain dan mengalami pengerasan dalam waktu tertentu. Bentuk kolam fiberlass bisa bundar atau kotak persegi panjang, sesuai permintaan. Dalam penggunannya, kolam jenis ini bisa dikatakan praktis, rapi, dan mudah dipindah-pindah sesuai kebutuhan

Nah sobat Alam Tropika, itu tadi 5 jenis kolam dalam budidaya lele, jika sobat ingin memulai budidaya alangkah lebih baiknya pelajari dulu pada segmen pembesaran atau pembenihan. Kemudian tentukan lokasi yang akan dipakai untuk budidaya, karena pemilihan tempat  budidaya merupakan faktor yang sangat mempengaruhi berhasil atau tidaknya budidaya. Baru deh sesuain budget yang kita miliki untuk membuat kolam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *